Tampilkan postingan dengan label Yamaha RX-King. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yamaha RX-King. Tampilkan semua postingan

Yamaha RX-King - Si Jambret Ternyata Masih Bergigi

YRKI.blogspot.com - Seiring dengan tenggelamnya motor 2Tak (kecuali Ninja) karena digeser motor 4tak, kini RX-King sudah lumayan jarang kita temui khususnya dijalanan Jakarta. Suara mesinnya yang khas serta yahudnya accelerasi dulunya merajai blantika otomotif motorsport 2tak Jabodetabek. Tapi itu dulu bro,…bagaimana dengan sekarang..???

Makin bertambahnya usia, performa mesin RX-King makin menurun. Ditambah keputusan internal YMKI yang menyatakan menghentikan produksi RX-king sejak dua tahun lalu. Walau sudah ada komitmen dari pihak Yamaha akan menyediakan suku cadangnya sampai 5 tahun kedepan tidak serta merta bisa mendongkrak pamor si raja jambret. Kalau ditanya mungkin dari 50 orang hanya 2 orang saja yang memilih motor ini sebagai tunggangannya, dalam kondisi barang second tentunya. Apakah akan murah kita belinya??…. mungkin. Seperti hukum pasar, permintaan tinggi harga barang akan melonjak sebaliknya permintaan rendah barang akan murah. Otomatis harga RX-King akan murah dong yah, kan permintaan pasar rendah. Tapi jangan salah bro. Hal ini ternyata tidak berlaku bagi biker yang hobby dengan motor ini. Teman saya pemakai RX-King tahun 2005, tunggangannya ditawar orang dengan harga cukup tinggi…7,5juta. Kaget yah bro?? begitupun teman saya. Selidik punya selidik sibapak penyuka berat RX-King. Ketika melihat motor teman yang serba orisinal membangkitkan minat sibapak untuk memiliki. Buat hobby kadang orang memang tidak peduli dengan harga. Kepuasan adalah segalanya.

Tentang accelerasi, RX-King jangan diragukan. Berat kosong yang hanya 100kg, torque 1,54 kgf.m/8000rpm plus tenaga 18,5ps membikin motor ini tiada tanding diajang road race/drag race bercc kecil. Walau jarak jauh kalah dengan kompetitor macam Ninja 150 atau motor 4 tak bercc besar lainnya, akan lain ceritanya jika diadu tarikan jarak pendek. Suara khas knalpotnya yang memekakkan telinga (Apalagi kalau filter karburator dicopot) seperti magnet tersendiri bagi Yamaholic. Peminat motor ini ternyata masih lumayan banyak lho. Coba bandingkan dengan nasib motor 2tak lain yang sudah setengah sekarat (Kecuali Ninja150). Uniknya yang laris malah versi RX-King versi headlamp kotak dibanding RX-King versi anyar/terakhir yang berlampu bulat. Tidak berlebihan dong ya kalau kita sebut SiJambret ternyata masih bergigi.

Sumber

Yamaha Ingin Bangkitkan Lagi RX King

New Delhi, YRKI.blogspot.com - Penggemar motor Yamaha RX King wajib gembira, sebab Yamaha Motors kabarnya akan menghidupkan kembali sang legenda RX King.

Tapi tahan dulu, itu baru niat dari Yamaha Motors India. Seperti dikutip dari Indiaon2weels, Jumat (22/1/2010), Yamaha RX100 di India sana atau yang di Indonesia dikenal dengan RX King, akan kembali dihidupkan.

"Kami sedang mencari produk yang bisa menggantikan RX100," ujar National Business Head India Yamaha Motor, Pankaj Dubey.

Sebab, kata dia, RX100 ini merupakan sepeda motor Yamaha dengan penjualan terbaik di India. Bahkan, katanya, motor tersebut hingga saat ini sangat digemari oleh pecinta roda dua.

Namun Dubey menambahkan, Yamaha India tidak akan menghadirkan RX King bermesin 2-tak, melainkan versi mesin 4-tak. Sayangnya ia belum menyebutkan kira-kira berapa kapasitas silinder yang bakal diusung next generation RX tersebut agar menyamai kemampuan RX100 2-tak.

Di Indonesia sendiri, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) sendiri pertengahan tahun lalu telah memutuskan untuk tidak lagi memproduksi RX King untuk pasar domestik.

Sumber

Yamaha RX-King Diburu

YRKI.blogspot.com - Pastinya semua orang udah pada tau klo yang namanya jambret pasti pake king, tapi itu dulu, segelintir kisah ali topan yang pernah hidup di jalanan ibu kota. Semenjak pensiun agustus 2008, setahun lamanya dia menghilang namun kini dibeberapa kota besar diindonesia virus rx-king kembali mewabah.

Jakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Yogya, dan beberapa kota besar lainnya kembali membangkitkan pesona Yamaha RX-King, tak pelak motor legendaris ini menjulang harganya. Meskipun bekas namun harganya melebihi motor dikelasnya.

Awal produksi ditahun 1980 hingga menutup mata ditahun 2008 tidak membuatnya redup dimakan usia, sebaliknya “si raja” semakin menjadi populer berbekal mesin 135cc 2 tak dengan power sebesar 18.5hp merupakan senjata andalannya untuk menaklukan lawan.

Buat para bikers yang tergabung dalam komunitas Rx-King untuk dapat melestarikan motor legenda kita, semoga anak cucu kita nanti bisa tau ini loh.. modal papa dulu buat nge-gebet mama.. peace yaw..

Sumber

Yamaha: Spare Part RX-King Aman Sampai 2014

YRKI.blogspot.com - Pengguna Yamaha RX King di Indonesia boleh lega hati. PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menjamin ketersediaan spare part atau suku cadang si motor jalanan selama 5 tahun.

PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang menjadi sole agent merek motor Yamaha di Indonesia berjanji akan terus memproduksi suku cadang RX King ini hingga tahun 2014 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Presiden YMKI Dyonisius Beti ketika dihubungi detikOto, Rabu (24/3/2009).

"Tenang saja kami akan tetap memproduksi spare part RX King sampai jangka waktu 5 tahun sejak di discountinue," ungkap Dyonisius.

Menurutnya langkah yang dilakukan YMKI tersebut merupakan sebuah standar baku dari pihak Yamaha Jepang. Dan itu harus dilakukan oleh setiap negara.

"Karena itulah para pemilik RX King tidak perlu khawatir," ucapnya.

Yamaha berencana akan menghentikan produksi massal dari legenda jalanannya
tersebut di akhir 2009 mendatang sekaligus menandai 30 tahun kiprah RX King di pasar roda dua Indonesia.

Motor ini pantas untuk dianugerahi sebagai motor legenda, karena selain memiliki umur yang panjang, penjualan motor ini pun tidak bisa di bilang kecil.

Apalagi di bulan Februari lalu sang raja jalanan telah mencapai rekor penjualan 1.000.000 unit sejak tahun 1980 lalu. Sebuah prestasi yang pantas dibanggakan.

Sumber

Yamaha Hentikan Produksi RX-King

YRKI.blogspot.com - PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) selaku ATPM sepeda motor Yamaha memutuskan untuk menyetop produksi RX-King, sepeda motor jenis sport yang begitu melegenda di Tanah Air. “Kami berhenti memproduksi motor tersebut sejak Februari,” kata Wakil Presiden PT YMKI Dionysius Beti, Selasa (24/3) di Jakarta. Langkah tersebut dilakukan atas mandat dari kantor prinsipal di Jepang.

Selain sudah terlalu lama, teknologi yang diusung tak sesuai dengan standar emisi gas buang. Motor berkapasitas 150 cc itu berteknologi 2-tak, sementara sekarang umumnya bermesin 4-tak. Dijelaskan oleh Dion, kalau mau mengembangkan kembali, butuh biaya tinggi dan harga jualnya jadi tinggi dan masyarakat tak sanggup membeli.

Walau demikian, untuk mengenang legendanya, YMKI mengeluarkan Yamaha RX King limited edition. Ini sekaligus untuk menandai kiprahnya di jagat sepeda motor selama 30 tahun. “Jumlahnya sangat terbatas tidak sampai 100 unit saja dan ini menghabiskan stok yang ada,” tandas Dion.

Sejak kelahirannya di tahun 1980 sampai Februari 2009, penjualan Yamaha RX King sudah menembus 1 juta unit. Pada 2008, penjualannya menembus angka 12.017 unit dan sampai Februari 2009 sudah mencapai 3.992 unit.

YMKI juga tidak berencana untuk mengeluarkan pengganti Yamaha RX King. Mereka mengaku cukup hanya dengan mengandalkan varian dari Vixion dan Scorpion. Ini sekaligus menepis isu bahwa YMKI bakal mengeluarkan Fazer 250. “Kami memang akan mengeluarkan beberapa produk baru di tahun ini, tapi belum bisa saya beritahu,” tukasnya.

Sumber

Sayonara Yamaha RX-King!

YRKI.blogspot.com - Produksi massal motor legendaris Yamaha RX King akhirnya bakal dihentikan Yamaha pada tahun ini.

Sebagai perpisahan, Yamaha akan mengeluarkan RX King limited edition pada akhir tahun ini. Edisi RX King terakhir ini menandai hampir 30 tahun kiprah Yamaha RX King di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti di sela-sela penandatanganan deklarasi Safety Riding bersama Slank di pabrik Yamaha di kawasan Pulogadung, Senin (23/3/2009).

"Produksinya dihentikan akhir tahun ini, jadi RX King ini versi terakhir," ujarnya.

Dia menekankan meski produksi massal sudah berakhir, bukan berarti Yamaha mematikan motor RX King.

Pembuatan si raja jalanan ini bisa dilakukan sesuai pesanan alias by order setelah produksi massal berakhir tahun ini. Dia mencontohkan kepolisian yang memesan 300 unit RX King.

Total penjualan RX King di Indonesia mulai tahun 1980 hingga Februari 2009 ini sudah mencapai 1 juta unit.

Selama tahun 2008, RX King laris manis terjual sebanyak 12.017 unit sedangkan di 2 bulan pertama 2009 sudah terjual 3.992 unit.

Saat ini RX King masih diproduksi tapi sebagian besar dikirim ke luar Jawa yang permintaannya masih tinggi. Sayangnya image negatif kerap disandangkan ke motor ini. Image negatif yang kerap menyertai motor ini adalah motor maling dan tukang ngebul.

Sumber

Burung Kurdang Terbang

Sebagian orang, mungkin belum tahu burung kurdang. Nama lain dari burung gelatik atau beo. Nah, nama ini juga yang diberikan oleh Freddy Gunawan buat Yamaha RX-King 1982 miliknya.

“Itu karena motor ini, dulunya warna-warni. Sepatbor merah, tangki kuning. Belum lagi part lain. Akhirnya, ya saya juluki itu,” ungkap pria akrab disapa Api ini.

Meski sekarang sudah jadi merah, tapi julukan itu tetap melekat hingga sekarang. Malah, kini si Burung Kurdang makin terbang cepat di atas aspal jalanan. Khususnya, di malam hari.

Maklum aja! Api yang kesehariannya menjalankan usaha besi bangunan ini, juga hobi lihat motor kencang. “Saya memang cinta kecepatan. Tapi khususnya RX-King,” ujar Api yang punya toko besi Guna Bangunan Jaya di Jl. Raden Patah, No. 18, Parung Serab, Ciledug, Tangerang.

Buat terbangkan Kurdang, Api sekadar di balik layar aja! Sebab, Api membutuhkan Jay sebagai pilot dan Yadi sebagai mekanik dari Cisadane Motor di Jl. Raya Parung Bogor, Bogor. Terbang?

EXHAUST 23,5 MM

Biar makin terbang tinggi ke langit malam, Kurdang mengalami operasi. Terutama di organ vital mesin 2-tak. Yaitu silinder blok. Oleh Yadi, lebar lubang exhaust dibuat menjadi 23,5 mm. Tinggi lubang buang dari bibir atas blok dibikin jadi 39,5 mm.

“Sebelumnya coba bikin 24 mm untuk lebar. Tapi motor malah jadi kurang teriak di putaran atas,” ujar Yadi yang juga sering garap motor untuk lintasan 201 dan 402 meter ini.

Tapi, bukan suatu kebetulan kalau tinggi head yang diukur dari lubang busi ke bagian bawah, dibuat menjadi 23,5 mm juga. Angka ini disebutkan karena papasan blok lupa berapa mm.

Sebab kalau yang ini, lebih dikarenakan pemakaian piston oversize 175 mm merek Trim. Untuk menyesuaikan piston itu, kubah head dibuat ulang. Diameter kubah 60 mm. Lebar squish 9 mm, berikut kemiringannya ditetapkan di 15ยบ.

Akhirnya dengan ubahan ini, Kurdang pun siap diajak terbang. Ya. Meski diajak terbang bersama burung lain pun, Kurdang siap kok!

DATA MODIFIKASI

Ban : Eagle Grip 50/90-11
Valve intake : V-Force II
Karburator : Yamaha RX-Z
Pilot/main-jet : 45/340
Koil : Suzuki RM 85
Cisadane Motor : 021-98705000

Sumber

Macho Futuristik

YRKI.blogspot.com - Yamaha RX-King adalah motor legendaris. Image motor sport kencang, lincah dan agresif begitu lengket di motor 2-tak ini. Konsep ini yang ingin tetap dipertahankan Koh Awi, sang pemilik lewat penambahan aroma yang lebih macho dan futuristik.

“Karena itu maka bentuk tangki standar masih dipertahankan supaya identitas tadi nggak hilang,” kata Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport (JMS) sebagai modifikator. Memang untuk motor tipe sport, desain tangki menjadi identitas utama selain mesin tentunya.

Bentuk sporty dengan tangki slim alias ramping diteruskan pada desain bodi belakang. Semuanya terlihat harmonis, enggak bertabrakan. “Bahkan pada buntutnya sengaja didesain menjadi sangat sporty. Runcing dan berundak,” pasti Budi.

Untuk mempertahankan itu, tentunya kudu ati-ati, termasuk di soal pemilihan pelek. “Diusahakan tidak terlalu lebar sehingga kesan lincahnya tetap dapat,” kata builder berbadan besar ini.

Karena itu, untuk roda belakang hanya menggunakan lebar 3 inci dengan ban 130/60x17. “Pas dengan karakter motor yang cepat dan lincah,” tambahnya lebih jauh.

Tampang RX-King yang khas dibuat menjadi lebih modern dengan rombakan di bagian kaki-kaki. Misal aplikasi upside down dari Aprilia di kaki depan. Di bagian ini juga dipilih diameter as sok tidak terlalu lebar, hanya 40 mm. Sehingga tidak merusak tema.

Sedang di belakang tentunya penggunaan pro-arm dari NSR150 SP yang bikin semua jadi tampak berbeda. “Dengan kata lain, jadi lebih up to date tanpa menghilangkan ciri RX-King. Juga sesuai harapan customer,” tutup Budi yang begitu lega akan karya terbarunya ini.

KAYA INOVASI

Selain adanya lubang intip di tangki, di tutup kopling juga dibuat nyaris sama. Tutup bak dibuat transparan. “Selain menambah keunikan dan keindahan juga bisa memantau kondisi kekotoran oli mesin,” terang Budi bersemangat.

Jurus cerdas lainnya pada pemilihan lampu depan. Lampu ala trail atau supermoto ini cocok juga dipasang dengan motor yang dikenal sebagai andalan para jambret. Enggak nyangka, kan?

RACING SAMPAI CAT

Kesan racing juga menyasar sampai kelir. Buktinya dipilih warna merah ala Ferrari. Sampeyan juga pasti ngeh kalau merek asal Italia itu kesannya sudah pasti balap bin kencang. Merek yang digunakan adalah Spies Hecker dengan seri Red Ferrari. Betul-betul pas.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 90/80-17
Ban belakang : Swallow 130/60-17
Pelek depan : Enkei 2,15x17
Pelek belakang : Enkei 3,00x17
Cakram depan : Honda NSR150 SP 300 mm
Kaliper depan : Aprilia 4 piston
Kaliper belakang : Brembo 2 piston
Upside down : Aprilia diameter 40 mm
Sok belakang : Kawasaki Ninja ZX150
Sepatbor depan : Custom
Spidometer : Aprilia RS125
Lampu belakang : LED
Silencer : Acerbis C35 Carbon
Slang rem : Hel

Sumber

Efek Sirip

YRKI.blogspot.com - Yamaha RX-King memang motor legenda. Juga varian yang punya masa produksi panjang. Nah, di tangan STMS Creative Design di Serpong, Tangerang, dibuat tambah sangar dengan efek sirip layaknya ular kobra. Iii, ngeri cuy.

“Pengerjaan paling lama di pembuatan 925rx-king-serpong-yudi-4.jpgbodi karena sering berubah konsep. Akhirnya tampilan bersisik seperti ini yang disukai si pemilik,” kata Arif Sinarta, modifikatornya. Sisik yang dimaksud mulai dari undertail sampai sepatbor dan swing- arm.

Secara pengerjaan karena menggunakan material fiber hal ini rada susah. Terutama bentuk di kolong jok. “Pasalnya cetakan jadi susah dengan sirip rapat seperti itu,” keluh Arif. Saking ribetnya pengerjaan bagian itu, Arif sampai berulang kali menyebutkan sektor itu.

Begitu juga pada bagian lengan ayun. Entah dapat inspirasi dari mana, juga dibuatkan komponen yang nempel layaknya sirip lagi. “Kecil tapi lumayan banyak di sisi kiri dan kanan,” kata pria berambut lurus ini.

Hal sama juga dilakukan di bagian sepatbor. Khusus untuk sepatbor depan bentuknya dibuat menyesuaikan batok lampu. “Jadi ada kesan kesatuan antara bagian atas dan bawah,” ceritanya diplomatis.

Nah, bagian batok tadilah yang menjadi inti dari tampilan kobra yang dimaui. Bentuknya penuh lekukan dan seakan mengembang seperti sang raja ular saat akan memematok mangsanya. Terkesan memang tampilan seperti ini sudah ketingalan zaman tapi dengan pengerjaan dan detail yang baik, maka tampilan keseluruhan tetap asyik dilihat.

WARNA METAL

Kesan sangar didapat karena seluruh bagian dilebur warna berkesan metal. Misalnya blok mesin, rangka dan bodi. “Untuk itu saya gunakan cat dari Dana Paint,” kata Arif yang buka bengkel di Jl. Raya Serpong, Km 7, No. 1, samping Plaza Serpong ini.

Sementara itu jika banyak bagian sudah diganti atau dimodif tidak begitu halnya tangki. “Karena kesan utama RX-King itu dari bentuk tangki. Saya sudah lama menginginkan RX-King,” kata Vincent sang pemilik kasih alasan.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Deli Tire 100/80-17
Ban belakang : Deli Tire 130/70-17
Upside down : Variasi Thailand
Sok belakang : YSS
Swing-arm : Custom
Pelek : HMF
Disc brake : PSM

Sumber

Si Garong Berapi Besar

“Jurus utama Yamaha RX-King korekan ini ada terletak pada sektor pengapian. Punya ramuan khusus. Menggunakan sistem booster,” buka Moko, owner dan tuner bengkel Mox’s dari Jl. H. Mencong, depan POM Bensin Peruri, Ciledug, Tangerang.

Pantas jika pacuan andalan Mox’s ini dapat julukan Si Garong. Tapi, kelakuannya tidak seperti Kucing Garong yang matanya bakal jelalatan kalau lihat yang bening. Mata Si Garong bakal terbelak begitu diajak taruhan puluhan juta. Lho?

Si Garong kalau sudah turun di lintasan bali (balap liar), siap menggarong kangtaw duit lawan. “Terakhir, main sampai ceban (Rp 10 juta-red),” kata Moko. Oh ya nilai segitu utamanya lho, sampingannya bisa beberapa kali lipat dari itu.

Konon katanya lagi, Si Garong pecicilan lantaran booster pengapian buatan pria asli Oslo, Jawa Tengah ini. “Booster ini akan meningkatkan percikan api sekitar 50%,” lanjut pemilik nama komplet Suharmoko itu.

Dalam sistem pengapian AC yang diterapkan, booster dipasang di antara sepul dan CDI. Berfungsi memberi umpan voltase lebih besar. Meski putaran mesin naik-turun, booster juga mampu bikin stabil arus yang diisuplai ke CDI. Sehingga voltase yang diberikan CDI terhadap koil lebih besar dan stabil.

Untuk pengapian sistem analog memang bisa begitu. Kalau voltase dan arus yang dikirim besar menuju CDI, out-putnya memang besar. Berbeda sama CDI yang sudah digital, meski arus dan voltase yang dikirim besar, tetap saja ada batas optimal.

Nah, CDI analog asli RX-King yang dipakai pria kurus ini, berkode 3KA 10. Sedang koil pakai cabutan dari Suzuki RM 80. “Kebetulan dapat setingan pas sama punya RM. Tapi, kayaknya punya YZ lebih favorit ya?” katanya sambil bertanya.

Karena sudah menggunakan penguat pengapian, Moko berani pakai spuyer spesifikasi besar. “Untuk pilot-jet pakai 55, sedang main-jet 340. Tapai kalau lagi kesulitan mendapat spek spuyer besar, sering juga pakai rojokan. Tentu dipadu karbu Yamaha RX-Z yang punya lubang venturi 26 mm.

Peningkatan kompresi ruang bakar juga dilakukan. Tentu lewat caranya memapas kepala silinder 1,5 mm. “Tapi, nggak tahu berapa kompresinya sekarang. Yang pasti meningkat,” kata pria tamatan STM di Solo ini.

Sudut squish dibuat 14ยบ dengan lebar 9 mm. “Biar pembuangan lebih sempurna dan tidak tersisa, lubang exhaust dibuat 24 mm dari bibir atas silinder,” cuapnya lebih jauh.

ANDALKAN STANDAR

Moko ogah ganti komponen sama komponen racing aftermarket. Buktinya masih mempertahankan CDI, kruk as, rasio, magnet, sampai knalpot standar alias orisinal RX-King. “Selama masih bisa dicari kondisi maksimal dan optimalnya lebih suka pakai komponen ori,” katanya beralasan.

“Knalpot dibelek untuk kemudian dihilangkan sekatnya. Setelah itu diseting ulang menyesuaikan modifikasi mesin. Jadi deh,” kekeh warga Bintaro yang sering dianggap enteng sama lawan yang sudah pakai knalpot kolong.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : IRC 50/100-17
Ban belakang : IRC 60/90-17
Karburator : Yamaha RX-Z
Lidah membran : V Force
Kopling : TZM
Piston : Trim oversize 175
Busi : NGK B8HVX
Sokbreker : Kawasaki Kaze
Mox’s : (021) 98924799

Sumber

Yamaha RX-King dan Presiden Republik Indonesia




Kami Bangga, RX-King diandalkan sebagai kendaraan untuk tugas penting negara
THE JAKARTA POST, 9 Maret 2005 "INSPEKSI PERBATASAN MALAYSIA"